25 Oktober 2011
Sejumlah seniman dan politisi menggelar aksi di GOR Bulungan
Ketua kegiatan Sys NS mengatakan, aksi bertajuk 'Dari Mana dan Mau Dibawa Kemana Republik Ini' digelar atas keprihatinan mereka terhadap pemerintah yang telah gagal mewujudkan perbaikan bangsa.
"Kondisi bangsa jauh dari kata perbaikan," kata Sys di GOR Bulungan sesaat lalu.
Rencananya, tokoh nasional dan ekonom Rizal Ramli akan hadir dalam aksi unjuk keprihatinan atas kondisi bangsa saat ini. Selain dia, Rahmawati Soekarno Putri, politis PDI Perjuangan Eva Sundari, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie Massardi dan Sudjewo Tedjo, Ray Sahetapi dan seniman lainnya juga turut hadir dalam acara yang terbuka bagi umum ini.
"Akan ada musik-musik yang bernada keprihatinan, misalnya lagu Bencana Lumpur Lapindo dan Negeri Pinokio," tutur Sys.
Banyak rakyat yang sakit tapi tidak punya uang untuk berobat dan banyak rakyat yang tidak bisa makan serta hanya elit saja yang mampu memperkaya diri, dibeberkan Sys, diantaranya keprihatinan-keprihatinan yang. Yang lainnya, sambung dia, banyak kasus korupsi yang melibatkan elit kekuasaan tak mampu diproses secara hukum. Hukum tumpul terhadap mereka.
"Sudah banyak korupsi yang terungkap tapi tidak diungkap. Banyak Korupsi yang sudah tersingkap tapi (pelakunya) tidak ditangkap," katanya.
14 Februari 2010
DANKORMAR SEMATKAN BREVET KAVALERI KEPADA KASAL

Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) M Alfan Baharudin menyematkan Brevet Kavaleri Amfibi Korps Marinir kepada Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya TNI Agus Suhartono, SE dan para pejabat teras TNI Angkatan Laut di KRI Tanjung Nusanive, Kamis (3/2).
Para pejabat teras yang disematkan Brevet Kavaleri Amfibi Korps Marinir: Irjenal Mayjen TNI (Mar) Djunaidi Djahri, Aspam Kasal Laksda TNI Sulaeman B Ponto, Aspers Kasal Laksda TNI Ir. Sudjiwo, Msc, Aslog Kasal Laksda TNI Hardiwan, MDA, MM, Pangarmabar Laksda TNI Marsetio, MM, Danseskoal Laksda TNI Among Margono, SE, Danlantamal III Laksda TNI Drs. Johnny Elly Awuy, Waasops Kasal Laksma TNI Sadimas, SE, Danguspurla Armabar Laksma TNI Didit Hardiawan, MPA, MDA, Kadispenal Laksma TNI Iskadar Sitompul dan Koor Spri Kasal Kolonel Laut (P) Iwan Isnurwanto MAP.
Upacara berlangsung dengan penuh tertib dan hikmat, dibawah komando Kolonel Marinir Bambang Sutrisno yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Brigif-2 Marinir.
Usai acara penyematan, para pejabat teras Korps Marinir dan para Komandan Kolak Korps Marinir yang hadir pada upacara tersebut memberikan ucapan selamat kepada Kasal beserta para pejabat TNI Angkatan Laut yang telah menerima Brevet Kavaleri Amfibi Korps Marinir.
21 Januari 2010
Humas Polda Metro Jaya, Boy Rafli: “Bukan Operasi Dubur, Tapi Mendata Anak”
30 Desember 2009
SBY Koordinasi Pemakaman Gus Dur
“Sejumlah menteri terkait diminta datang. Salah satunya Menkes yang akan mengkonfirmasikan kondisi terakhir dan kapan tepatnya Gus Dur tutup usia. Presiden akan memberikan pernyataan resmi pukul 21:00 WIB,” ujarnya.
Menurut Julian, akan dibicarakan prosesi pemakaman bagi Gus Dur sebagai mantan
Mengurai Skandal Bank Century

JAKARTA - ”Apakah penyertaan modal sementara yang berjumlah Rp 6,7 triliun itu ada yang bocor atau tidak sesuai dengan peruntukannya? Bahkan berkembang pula desas–desus, rumor, atau tegasnya fitnah, yang mengatakan bahwa sebagian dana itu dirancang untuk dialirkan kedana kampanye Partai Demokrat dan Capres SBY; fitnah yang sungguh kejam dan sangat menyakitkan.
…….sejauh mana para pengelolah Bank Century yang melakukan tindakan pidana diproses secara hukum, termasuk bagaimana akhirnya dana pernyertaan modal sementara itu dapat kembali ke negara?”
Begitulah sekelumit pernyataan Presiden Soesilo Bambang yudhoyono (SBY) pada pidatonya hari senin malam, 23 November 2009. Ia menanggapi rekomendasi Tim 8 yang telah dibentuk oleh Presiden sendiri, untuk mengatasi krisis kepercayaan yang meledak di tanah air, setelah dua orang pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencekalan dan penyalahgunaan wewenang, selasa, 15 September, dan ditahan oleh Mabes Polri, Kamis, 29 Oktober 2009.
Barangkali, tanpa disadari oleh SBY sendiri, pernyataanya yang begitu defensif dalam menangkal adanya kaitan antara konflik KPK versus Polri dengan skandal Century, bagaikan membuka kotak Pandora yang sebelumnya agak tertutup oleh drama yang dalam bahasa awam populer dijuluki drama cicak melawan buaya. Memang, drama itu begitu menyedot perhatian. Mata publik pun tertuju pada tokoh Anggodo Widjojo, yang dijuluki ”calon Kapolri” atau ”Kapolri baru”. Sebuah drama yang cukup sukses mengalihkan perhatian publik dari skandal Bank Century, bank gagal yang mendapat suntikan dana sebesar Rp 6,7 triliun dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jauh melebihi Rp 1.3 triliun yang disetujui DPR RI.
Selain merupakan tabir asap alias pengalih isu, penahanan Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah oleh Mabes Polri dapat ditafsirkan sebagai usaha mencegah KPK berkerjasama dengan Badan pemeriksaan Keuangan (BPK) dalam membongkar skandal Bank Century. Soalnya, investigasi kasus Bank Century itu sudah di dorong oleh Bibit Samad Rianto, yang waktu masih aktif sebagai Wakil Ketua Bidang Investigasi KPK (Batam Pos 31 Ag.2009). Sedangkan BPK juga sedang meneliti pengikutsertaan dana publik di bank itu, atas permintaan DPR RI pra Pemilu 2009.
Dari berbagai pemberitaan di media massa dan internet, nama dua orang deposan terbesar Bank Century telah muncul ke permukaan. Mereka adalah Siti Hartati Murdaya, pemimpin kelompok CCM (Central Cipta Mudaya) dan Boedi Sampoerna, salah seorang penerus keluarga sampoerna, yang menyimpan triliunan di bank itu sejak tahun 1998. Sebelum Bank Century diambil alih oleh LPS, Boedi Sampoerna, Liem Seng Thee, masih memiliki simpanan sebesar Rp 1.895 Miliar di bulan November 2008, sedangkan simpanan Hartati Murdaya sekitar Rp 321 miliar. Keduanya sama–sama penyumbang logistik SBY dalam Pemilu lalu. Beberapa deposan kelas kakap lainnya adalah PTPN Jambi, Jamsostek, dan PT Sinar Mas. Boedi Sampoerna sendiri, masih sempat menyelamatkan sebagian depositonya senilai US$ 18 Juta, berkat bantuan surat–surat rekomendasi Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri waktu itu. Komjen (Pol) Susno Duadji pada tanggal 7 dan 17 April 2009 (Rusly 2009: 48; Haque 2009; Inilah.com, 25 Feb 2009; Antara News, 10 Ag. Vivanews.com 14 Sept 2009; forum keadilan, 29 Nov 2009:14/red)
20 November 2009
Puluhan Tokoh Muda Nyatakan Sikap
Kasus korupsi berskala besar di antaranya menjadi sorotan. Dalam hal ini kaum muda Indonesia menuntut pengungkapan skandal Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Mereka mendesak Presiden Yudhoyono memberhentikan semua pejabat negara yang terlibat.
Demonstran juga memperingatkan DPR tidak mempermainkan amanat rakyat. Mereka mendesak Badan Pemeriksa Keuangan dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) agar mengaudit dengan sebenar-benarnya aliran pengucuran dana talangan (bailout) Bank Century. Mereka menilai masyarakat kini sudah ragu atas keabsahan pemerintah mengungkap kasus korupsi berskala besar.
Pertemuan sedikitnya dihadiri 38 tokoh muda lintas partai, agama, dan suku. Di antaranya Ray Rangkuty, Izzul Muslimin, Adhie M. Massardi, dan Haris Rusly. Selain mengungkapkan sikap, acara juga diisi pembacaan puisi oleh Adhie dan nyanyian Franky Sahilatua.

