. Patroli Nasional: Otda
Tampilkan postingan dengan label Otda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otda. Tampilkan semua postingan

19 Maret 2011

Judul Buku untuk DPR: Jejak Hitam Ahmadiyah


JAKARTA, PB - Paket mencurigakan dikirim ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat RI. Kiriman itu ditaruh di lantai empat, di dekat ruangan Wakil Ketua DPR RI dari PAN, Taufik Kurniawan.

Menurut Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Hamidin, itu cuma paket biasa yang dikirim melalui jasa pengiriman. Namun, paket itu memang pantas dicurigai. "Belum bisa dipastikan bom. Jadi pencegahan saja karena Wakil Ketua DPR tak pernah menerima paket apapun secara langsung. Biasanya, sesuai prosedur tetap ditaruh dulu di pos keamanan," kata Hamidin di gedung Dewan, Jumat, 18 Maret 2011.

Karena tak lazim dan menimbang ada banyak paket bom-buku beredar, pihak DPR langsung melaporkan paket itu ke polisi. Saat ini, kata Hamidin, paket sudah dibawa tim Gegana untuk diteliti.

Hamidin menjelaskan, paket di Gedung DPR ini juga sebuah buku yang dikemas rapi. Beratnya lima kilogram. "Pengirimnya Iwan Kustiawan. Di dalamnya berisi buku berjudul 'Jejak Hitam Ahmadiyah'."

Saat ini polisi masih berjaga-jaga. Lokasi penemuan buku di lantai empat disterilkan. "Kami tak mau ambi risiko. Untuk meyakinkan saja tidak ada barang-barang yang lain," kata Hamidin.

Empat paket bom-buku sebelumnya dikirimkan untuk pendiri Jaringan Islam Liberal Ulil Abshar Abdalla di Utan Kayu, Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol. Gorries Mere, Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto S. Soerjosoemarno, dan musisi Ahmad Dhani. Paket bom serupa juga ditemukan di Kompleks Perumahan Kota Wisata, Cibubur, Jawa Barat.

08 Mei 2010

Perairan Desa Tambolongan Kembali Telan Korban


SULSELBAR - Belum lagi kering air mata yang menetes dalam tragedi tenggelamnya KM. Askap Jaya di perairan Desa Tambolongan, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, beberapa waktu lalu.

Peristiwa naas serupa, kembali nyaris menelan enam korban jiwa awak kapal KM. Sinar Jaya 03 yang karam sekitar 40 mil dari bibir pantai Timur, Desa Tambolongan, Kecamatan Bontosikuyu pada hari, Sabtu, (1/4) sekira pukul 06.00 WITA.
Peristiwa karamnya kapal ber GT. 37 tersebut, berawal dari kondisi mesin induk yang tiba-tiba saja trouble di tengah amukan gelombang pasang. Kondisi pelayaran kian tidak terkendali, saat stock bensin pada mesin alcond jtelah habis terpakai, selama 6 hari melakukan perjalanan dari Kota Kendari, Sulawesi Utara, dengan tujuan Pulau Madura.

Pada saat bersamaan, kebocoran yang dipicu oleh beratnya beban muatan berupa 88 kubik kayu campuran kelas dua dan tiga di dalam ruang kapal, tidak lagi dapat terelakkan. Melihat amukan gelombang pasang tersebut, ABK terpaksa membuang sedikitnya 40 kubik kayu yang berada di atas kapal. Meski dalam kondisi emergency seperti itu, para ABK kapal tidak lagi bisa berbuat banyak.

Terlebih lagi, untuk menguras air laut yang terus masuk ke dalam perahu melalui pantat kapal yang mengalami kebocoran. Sadar akan posisi kapal yang sudah sulit terselamatkan dari amukan gelombang laut, pihak nakhoda pun terpaksa meminta bantuan pertolongan dari pihak perusahaan melalui radio panggil yang selalu menyertai expedisi pelayarannya.
Kendati untuk menyelamatkan diri, para awak kapal juga senantiasa dibekali dengan delapan buah life jacket.

Alhasil, pada hari Senin, (3/4) siang kemarin, kapal KM. Sinar Jaya 04 berhasil merapat dengan selamat ke TKP dan bertindak sigap melakukan proses evakuasi terhadap para korban yang terdiri dari lima orang awak kapal dan satu orang nakhoda.
Dari TKP ke enam korban, berikut, lima puluh kubik kayu muatan KM. Sinar Jaya 03 yang telah karam seluruhnya, kemudian, di evakuasi ke Pulau Tambolongan untuk mendapatkan pertolongan lanjutan dari aparat pemerintah desa setempat. Dalam musibah ini, sembilan drum sisa BBM kapal dinyatakan hilang total.

Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah naas tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai lima puluh juta rupiah, sebagaimana ungkapan nakhoda kapal, Suardi dihadapan personil Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar pada hari, Rabu, (5/4) malam lalu.

Terkait upaya pertolongan yang telah diberikan Pemerintah Desa Tambolongan kepada para korban dalam tragedi karamnya KM. Sinar Jaya 03 ini, Kades Tambolongan, Abd. Majid dalam keterangan Persnya dihadapan wartawan menyatakan “setelah, para korban melaporkan diri secara resmi kepada Kepala Dusun Lemba, Abd. Azis Rusung, korban selanjutnya ditangani Sekretaris Desa Muh. Nusbi, yang kemudian menyampaikan laporan kepada Kades Tambolongan via telefon selular”.

Usai menerima laporan kejadian, Kepala Desa Tambolongan, Abd. Majid mengaku langsung menindaklanjuti penyampaian tersebut melalui langkah koordinasi dengan aparat terkait dalam hal ini, Kantor Syahbandar dan Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai instansi berkompoten yang menangani penyaluran bantuan logistik bencana alam.

Menurut pria bertubuh gemuk ini, selama berada di wilayah Desa Tambolongan, para korban untuk sementara ditampung di rumah Kadus Lemba, Abd. Azis Rusung sebelum dipanggil ke pusat ibukota Benteng untuk dimintai keterangan dalam status saksi..
Nakhoda Melaporkan Diri

Setibanya di ibukota Benteng Selayar, nakhoda kapal, Suardi langsung diarahkan ke posko penanggulangan bencana daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan untuk dimintai keterangan terkait dengan peristiwa naas yang baru saja menimpa kapal yang dikemudikannya dari Sultra menuju Madura.

Usai dimintai keterangan oleh Satgas Tagana dan Kepala Badan Sar Nasional Kabupaten Kepulauan Selayar, Djunaidi, S. Sos dalam keterangan Persnya menyatakan “pihak personil Badan Sar Nasional senantiasa siap memberikan bantuan pertolongan kemanusiaan selama satu kali dua puluh empat jam, temasuk, membantu proses evakuasi mesin KM. Sinar Jaya 03 untuk menghindari kemungkinan terjadinya penjarahan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab, tegasnya.”

Menurut Djunaidi, pihak Basarnas tinggal menantikan jadwal pasti dari Pemdes Tambolongan yang akan menfasilitasi armada transportasi menuju Desa Tambolongan dalam rangka kelancaran proses evakuasi(fadly syarif)

03 Mei 2010

Sejumlah Kepala Daerah Jadi TO KPK

JAKARTA - Sejumlah kepala daerah di Provinsi Jawa Tengah saat ini menjadi TO (target operasi) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gubernur setempat, Bibit Waluyo, mengatakan para kepala daerah di provinsinya diincar karena diduga terlibat tindak pidana korupsi.
“Mereka mengincar sejumlah kepala daerah di Jateng yang diduga korupsi, saya baru saja ketemu pejabat dari KPK itu,” kata Bibit Waluyo saat membuka Forum Pengendalian Pembangunan Kabupaten dan Kota Tahun 2010 di wilayah eks-Keresidenan Kedu, di Magelang, Senin.
Pada kesempatan itu ia tidak menyebut secara rinci jumlah dan nama bupati serta wali kota atau nama daerah yang sedang diincar oleh KPU tersebut. Jateng terdiri atas 35 kabupaten dan kota.
Ia juga tidak menyebut nama pejabat KPK yang belum lama ini bertemu dengan dirinya. Ia mengingatkan kepada para bupati dan wali kota untuk melaksanakan tugas dan pengabdian sesuai aturan hukum. “Jangan neka-neka (menyalahi aturan, red), tetapi selalu hati-hati dalam mengambil kebijakan,” katanya.
Ia juga menyatakan pentingnya bupati dan wali kota setempat melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan. Kewenangan yang mereka miliki, katanya, jangan digunakan sebagai kesempatan korupsi. “Kepala daerah jangan menyalahgunakan wewenang, apalagi sampai melakukan korupsi,” katanya.
Ia mengatakan gaji mereka sudah relatif besar dan cukup untuk memenuhi kebutuhan sebagai pejabat sehingga tidak perlu korupsi. “Gaji mereka sudah cukup, tidak perlu mengambil yang bukan haknya meskipun hanya satu rupiah. Kalau itu memang hak, silakan ambil saja berapa pun,” katanya. (mn/red)

26 Desember 2009

Warga Aceh Padati Kuburan Massal Tsunami

BANDA ACEH - Ratusan warga Banda Aceh memadati kuburan masal yang tersebar di Banda Aceh dan Aceh besar, untuk mendoakan para korban tsunami Aceh. Warga juga menggelar doa bersama di sejumlah rumah ibadah.  

"Saya setiap tahun ziarah ke semua kuburan masal yang ada, saya tidak tahu keluarga saya dimakamkan di mana,” kata Amridar 48 tahun, warga Punge Banda Aceh, Sabtu 26 Desember 2009.

Amridar kehilangan empat orang anaknya dan ibunya. Saat tsunami menerjang Aceh empat tahun silam, dia bersama suaminya sedang menjalankan ibadah haji di tanah suci Mekkah.

"Sewaktu pulang ke Aceh saya juga sempat cari tahu dimana mereka dimakamkan, tapi tidak ada yang tahu," sebutnya.

Sebagai bentuk berkabung pemerintah Aceh mengimbau warga untuk memasang bendera merah putih setengah tiang di halaman rumah mereka. Warga juga diimbau  menggelar doa bersama di rumah ibadah masing masing.

Di Desa Punge Blang Cut, Banda Aceh warga menggelar doa bersama di dekat terdamparnya kapal PLTD Apung milik PLN. Warga terlihat larut dalam doa yang dipanjatkan untuk para korban tsunami Aceh.

Kegiatan serupa juga digelar di tempat lainnya seperti di kawasan Lampulo Banda Aceh. Doa bersama juga dilakukan di dekat kapal nelayan yang tersangkut di salah satu rumah warga.

"Sebanyak 59 orang selamat dalam kapal ini, yang berdoa di sini adalah korban yang selamat dalam kapal itu ," kata Sulaiman salah seorang warga Lampulo.(vv/red)

Merealisasikan Jembatan Selat Sunda

JAKARTA - Beberapa waktu lalu, rapat koordinasi (rakor) gubernur seluruh Sumatra berlangsung di Pekanbaru, Riau. Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) menjadi topik penting dalam rakor tersebut. Gubernur se-Sumatra dalam rakor itu sepakat mempercepat pembangunan JSS sebagai alternatif penghubung pulau Sumatra dengan pulau Jawa selain Pelabuhan Bakuaheni-Merak.

Provinsi Lampung sebagai daerah hulu jembatan sepanjang 29 kilometer (km) memiliki andil yang besar dengan terus mendorong pemerintah pusat agar pembangunan JSS itu sebagai agenda prioritas. Pembangunan jembatan di Selat Sunda itu, masuk dalam program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II.

“Pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembentukan tim pembangunan jembatan itu, pada Januari 2010,” kata Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, pada pertemuan dengan sejumlah wartawan beberapa waktu lalu.

Sjachroedin menyebutkan, JSS yang menghubungkan pulau Sumatra dan Jawa dapat berdampak positif bagi percepatan pertumbuhan pembangunan ekonomi di Lampung. “Pembangunan jembatan ini bukan hanya untuk kepentingan Lampung dan Banten saja, melainkan juga untuk kepentingan nasional,” ujar dia.

Menurut dia, potensi ekonomi dan percepatan pembangunan di Lampung maupun Sumatra dapat terpacu dengan JSS. Arus barang dan manusia Jawa-Sumatra pun semakin lancar dan aman. Keberadaan JSS kata dia sangat penting untuk mengantisipasi semakin derasnya arus manusia, kendaraan, dan angkutan barang antar kedua pulau itu.

Kalau bisa diwujudkan katanya, jembatan yang menyatukan Jawa-Sumatra itu hampir dapat dipastikan menjadi pemacu kemajuan pembangunan masyarakat kedua pulau utama itu. Bila jembatan itu rampung dan beroperasi, tidak akan lagi terjadi problem klasik berupa penumpukan dan antrean kendaraan maupun penumpukan manusia pada arus mudik-balik di Pelabuhan Merak-Bakauheni.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung sedang membidik investor dari kawasan Asia seperti China, Korea dan Jepang untuk menanamkan inevestasinya di daerah itu. “Lampung tengah mencari investor dari kawasan Asia tersebut untuk mempercepat pembangunan di daerah ini,” kata Gubernur Lampung Sjachroedin ZP.

Ia menyebutkan, investor-investor dari kawasan Asia itu cukup dapat diandalkan, apalagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada pertemuan dengan sejumlah gubernur beberapa waktu lalu meminta kepala daerah untuk menggaet investor terutama dari China, Jepang dan Korea untuk menanamkan modalnya di daerah masing-masing.

Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang rencananya dibangun pada pertengahan tahun 2010 katanya, membutuhkan investasi yang cukup besar. Karena itu menurut dia, pembangunan JSS itu memerlukan investor tidak hanya dari dalam tetapi juga dari luar negeri.

Sjachroedin dalam kesempatan itu mengatakan, upaya yang dilakukan untuk menarik investor yakni dengan promosi dengan memperkenalkan potensi dan produk unggulan daerah kepada calon investor melalui pameran dan temu usaha.

Selanjutnya, pembinaan terhadap investor yang telah operasional didorong agar dapat mengembangkan usahanya dan melakukan diversifikasi usah atau perluasan usaha. Kemudian, menurut dia, penguatan kelembagaan agar dapat menyelenggarakan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) sesuai dengan kewenangan yang ada.

Upaya lainya yang tidak kalah pentingnya yakni perbaikan dan peningkatan infrastruktur terutama jalan raya dan pembuatan informasi peta penyediaan dana. Sementara itu, secara akumulasi jumlah investasi Pemerintah Pusat dan provinsi untuk pembangunan di Lampung tahun 2009 mencapai Rp6,716 triliun.(mtn/red)

22 November 2009

208.240 jamaah calon haji reguler Indonesia tiba di Mekah.

 

 
 
 
JAKARTA -- Saat ini sebanyak 208.240 jamaah calon haji reguler Indonesia telah berada di Tanah Suci Makkah Al Mukarramah. Semalam, dua kloter terakhir yang berasal dari embarkasi Surabaya telah mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah dan jamaahnya telah menyelesaikan ibadah umrah.
"Alhamdulillah, proses keberangkatan jamaah telah selesai dan berlangsung lancar. Jamaah senang dengan kondisi pemondokan dan transportasi yang disediakan. Ini berdasarkan sampel acak yang kami lakukan saat kunjungan ke pemondokan-pemondokan," jelas Menteri Agama Suryadharma Ali, di Mekkah Minggu (22/11).
Karena itu dia mengimbau para jamaah calon haji Indonesia agar fokus pada pokok ibadah haji, yaitu wukuf di Arafah. Untuk itu, kondisi kesehatan jamaah supaya dijaga dengan baik agar waktu pelaksanaan wukuf nanti dalam kondisi prima. "Jangan sampai justru para saat wukuf kondisi kesehatan malah menurun," ujarnya.
Selama prosesi di Armina (Arafah-Muzdalifah, dan Mina) ia juga meminta agar jamaah selalu berkoordinasi dengan pimpinan regu masing-masing, terutama terkait waktu melempar jumrah. Menurutnya, mengejar afdhaliyah waktu utama melempar jumrah boleh-boleh saja, namun keselamatan jiwa lebih penting. "Ketua regu wajib memperhatikan keutuhan rombongannya dan keselamatan mereka," tambah Suryadharma.
Menag melanjutkan, mengenai jamaah yang komplain atas pelayanan yang diberikan dinilainya masih wajar karena penyelenggaraan haji Indonesia melibatkan ratusan ribu jamaah. "Tentu kita tidak dapat memenuhi 100 persen keinginan ratusan ribu jamaah dengan berbagai kultur yang berbeda-beda. Namun demikian, PPIH terus berupaya melayani jamaah sebaik mungkin," tukasnya.
Kepala Daerah Kerja Mekah PPIH Subakin AM menambahkan, mulai kemarin, pihaknya telah menghentikan operasional bus antarjemput jamaah antara pemondokan-Masjidilharam. Beberapa bus yang masih beroperasi ditujukan hanya untuk mengangkut jamaah kloter terakhir tiba di Mekah, yakni dua kloter jemaah asal embarkasi Surabaya, untuk melaksanakan umrah wajib. Jamaah tersebut baru tiba di Mekah, kemarin.
"Operasional bus antarjemput sengaja dihentikan agar jamaah fokus pada persiapan wukuf. Selain itu juga kepadatan arus lalu lintas di Kota Mekkah sudah memuncak sehingga rentan kemacetan," ujarnya kemarin.
Sementara itu, Ketua rombongan V jamaah asal Yogyakarta Agus Taufiqurrahman mengatakan anggota rombongannya sudah diingatkan sebelumnya agar lima hari menjelang Arafah untuk menjaga kondisi fisik. "Haji adalah ibadah fisik. Dalam sisa waktu lima hari ini kami lebih banyak menghabiskan waktu di pemondokan dengan berdzikir dan shalat di masjid terdekat. Kegiatan ziarah kami hentikan," tukasnya.
Berdasarkan pantauan MCH di lapangan, suasana Kota Mekkah semakin padat sejak seminggu lalu hingga menjelang puncak musim haji. Kemacetan yang biasanya hanya terjadi menjelang dan sesudah waktu salat, kini terjadi hampir setiap saat. Bahkan menjangkau sampai wilayah Syisyah yang jaraknya sekitar 5 km dari Masjidilharam.
Apalagi mulai hari ini, bus-bus antarjemput jamaah Indonesia dari dan menuju Masjidilharam tidak beroperasi. Langkah ini dimaksudkan agar para jamaah menyiapkan stamina untuk menyambut Hari Arafah. Sedangkan jamaah yang berada di Ring I tetap melakukan salat di Masjidilharam dengan berjalan kaki. Sedangkan jamaah yang berada di ring II melakukan ibadah salat di masjid-masjid yang dekat dengan lokasi pemondokan. (Depag)(vv/red)

 

Kapal Tenggelam di Riau

Masih ada sekitar 50 korban hilang dalam pencarian.

      RIAU - Pencarian korban kapal Dumai Ekspres 10 yang tenggelam di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, pada Minggu, 22 November 2009, terus dilakukan. Pencarian pada malam hari ini akan difokuskan di sekitar Karimun.
     "Pencarian tetap kita lakukan hingga malam ini. Tapi semuanya tergantung cuaca. Kalau cuaca buruk, bisa saja nanti tidak terlalu malam. Tapi kalau bagus, tetap dilakukan pencarian," kata Direktur Polair Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Ajun Komisaris Besar M Yassin Kosasih.
      Dikatakannya, sekitar 55 penumpang kapal belum ditemukan. Sejauh ini, dari 187 korban yang ditemukan, delapan di antaranya tewas. Namun, aparat belum melakukan identifikasi terhadap para korban. Tim masih fokus pada pencarian. "Kalau mereka yang berhasil dievakuasi saat ini dibawa ke Kabupaten Karimun," ungkapnya.
      Pencarian yang dilakukan oleh personel Polair Kepolisian Daerah Kepulauan Riau dan Tim SAR tersebut dibantu juga oleh personil Polair Kepolisian Daerah Riau.(vv/red)
 
© 2009 Free Blogger Template powered by Blogger.com | Designed by Amatullah |Template Design